Movie Review, Saturday Freshness

{Saturday Freshness} Yuk, nonton Sokola Rimba

images (1)

Malam Minggu nggak ada kerjaan. Eh, ada. Peer ding. Cuma udah selesai. Yeyeyeye. Trus bingung karena pengin ngelakuin sesuatu. Akhirnya, terbersit untuk posting tentang film yang lagi diputer di bioskop saat ini. Yahoo~ Beware! Continue reading “{Saturday Freshness} Yuk, nonton Sokola Rimba”

Review Buku

{Book Review} Amba

amba

Judul : Amba 

Penulis : Laksmi Pamuntjak

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2013

Jumlah halaman: 494 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang—ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh ‘komunis’ oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.

Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin… Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali.

Continue reading “{Book Review} Amba”

Review Buku

{Book Review} Katarsis

katarsis

Judul : Katarsis

Penulis : Anastasia Aemilia

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2013

Jumlah halaman: 261 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.

Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?

Continue reading “{Book Review} Katarsis”

Review Buku

{Book Review} Love, Curse, & Hocus Pocus

love, curse

Judul : Love, Curse, & Hocus Pocus

Penulis : Karla M. Nashar

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2013

Jumlah halaman: 416 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing.

Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?

Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam…

Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?

Continue reading “{Book Review} Love, Curse, & Hocus Pocus”

Indonesia, Museum Visit

{Museum Visit} Museum Tekstil

 

Musetextil
Penampakan Museum Tekstil dari Luar

 

 

Penampakan Museum Tekstil dari luar

Pasti dari kemarin pada nanya, kok kayaknya gue kunjungan mulu yak? Haha. Sebenernya, ada beberapa yang udah kunjungan dari kapan tahu tapi baru diposting karena emang baru aktif ngeblog lagi. Tapi, khusus untuk Museum Tekstil yang satu ini, hmm~~ Fresh from the oven lah ya~

Berangkat dari Stasiun Pocin sendirian *karena ngantor duluan*, trus berdiri sampai Manggarai. Dan akhirnya berhasil duduk juga setelah pintu di Manggarai terbuka. Dan berdiri lagi ketika sampai Tanah Abang. Keluar pintu commuter, langsung cengo. Ini mana pintu keluarnya ya? Sumpah. Ini stasiun paling membingungkan. Setelah naik karena ikut arus, trus tanya bapake satpam dimanakah museum tekstil. Eh, dianya kagak tahu. Yaudah, saya pun keluar.

Tengok kiri-kanan, nggak tahu arah. Sudah mau jam 1 pula. Akhirnya, ojek dan duit 10ribu melayang. Inilah akibatnya kalau nggak cek tempat dulu sebelum berangkat. Emang sih, niat awalnya kan mau berangkat bareng temen yang udah tahu jalannya. Tapi, gegara telat jadi ditinggal deh. 😦

Museum Tekstil ini terletak di Jalan Aipda. KS. Tubun 2-4  10260. Cukup deket sebenernya dari Stasiun Tanah Abang. Nah, daripada bete. Langsung aja masuk ke laporannya. Hehehe. Happy reading all~

Continue reading “{Museum Visit} Museum Tekstil”

Indonesia, Library, Library Visit

{Library Visit} Korean Cultural Center Indonesia Library

KCCI

Bukan. Kunjungan ini bukan karena gue yang tergila-gila sama Korea. Sebenernya, ini udah mager banget buat nyari perpustakaan khusus yang available dan enak tempatnya. Jadi, ya perpus KCCI ini dijadiin sasasran buat objek kunjungan. Dulu, waktu jaman maba *uhuk*, gue bareng temen-temen yang lain sering banget kesini. Entah buat jalan-jalan karena jurusan kita terlalu nggabut, tugas observasi perpustakaan juga, atau sekedar main internet *yang ini kurang kerjaan*

Continue reading “{Library Visit} Korean Cultural Center Indonesia Library”

Indonesia, Library, Library Visit

{Library Visit} Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Library

USBI

Ada yang tahu Universitas satu ini? Mungkin, bagi kalian yang tinggal di daerah jarang kali yang tahu universitas ini. Tapi, kalau denger kata Sampoerna pasti kalian tahu dong? Nah, ini adalah pengembangan dari SSE dan SSB dari Sampoerna Foundation. Perpustakaannya sendiri terletak di Jalan Mt. Haryono Kav. 58-60 Jakarta. Begitu masuk, langsung deh. Brrrr. Dingin dan yak~ bertemu langsung abang satpam *modus dulu* #eh nggak ding, langsung ke perpustakaannya yang ada di samping kiri. Yuk~ Ikut masuk ke dalam 😀

Continue reading “{Library Visit} Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Library”