Review Buku

{Book Review} The Atlantis Gene (The Origin Mystery #1)

24052983

Judul : The Atlantis Gene (The Origin Mystery #1)

Penulis : A.G. Riddle

Penerbit : Fantasious

Published : 2015

Jumlah halaman: 470 halaman

Rating : 3/5

Sinopsis : 

Di kejauhan Antartika, sekitar seratus lima puluh kilometer dari lepas pantai, ditemukan sebuah kapal selam yang diduga merupakan milik Nazi. Kapal tersebut mencuat dari suatu struktur yang terkubur dalam sebongkah gunung es. Para ilmuwan dari Immari gempar, mereka menduga struktur tersebut adalah Kota Atlantis yang hilang.

Di tempat lain, seorang mantan agen CIA, David Vale, mendapat pesan bersandi yang memuat informasi tentang rencana serangan teroris bernama Protokol Toba. Dengan petunjuk itu, ia berangkat ke Jakarta. Bersama organisasi antiteroris tempatnya bekerja sekarang, Menara Jam, ia menyelidikinya. Penyelidikan tersebut membawa David bertemu Kate Warner, ahli genetis brilian yang sedang mencoba mengobati autisme.

Dua dari subjek penelitian Kate diculik oleh Immari. Organisasi itu menduga bahwa Kota Atlantis yang ditemukan itu berisi manusia-manusia Atlantis yang sedang berhibernasi dan menunggu waktu yang tepat untuk terbangun. Satu-satunya jalan keluar untuk mencegah kepunahan umat manusia dari ancaman manusia Atlantis adalah dengan menemukan Gen Atlantis.

Apakah hal itu membuat Jakarta dalam bahaya? Bagaimana kaitan semua itu dengan Kate dan David, begitu pula Protokol Toba? Dan benarkah manusia Atlantis akan terbangun untuk memusnahkan umat manusia?

Continue reading “{Book Review} The Atlantis Gene (The Origin Mystery #1)”

Advertisements
Review Buku

{Book Review} Amba

amba

Judul : Amba 

Penulis : Laksmi Pamuntjak

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2013

Jumlah halaman: 494 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang—ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh ‘komunis’ oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.

Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin… Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali.

Continue reading “{Book Review} Amba”