Water Plaza : Play More, Save More

Sudah bosan lihat banjir di Jakarta? Mungkin, cara ini dapat dijadikan salah satu solusi untuk menangani banjir!

water plaza
Sumber : https://www.pinterest.com/pin/394698354816278785/

Jika melihat gambar di atas, apa yang ada di benak kalian? Taman bermain di depan mal atau adegan romantis di drama Korea kesayangan kalian? Ya, dua-duanya bisa jadi benar. Di Belanda, tepatnya di Rotterdam, tempat seperti itu tidak hanya berfungsi untuk kedua hal di atas. Tempat yang dinamakan sebagai water plaza ini merupakan konsep yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Rotterdam untuk meningkatkan kualitas air di kota Rotterdam dan mengurangi resiko terjadinya banjir.

 

UntitledSumber: http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/images/03English/WaterbergingKruisplen 25 maart2013.jpg

Konsep awal water plaza ini sebenarnya karena tidak adanya cukup ruang untuk pembangunan kanal. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan tata ruang kota. Pembangunan water plaza juga dilakukan di berbagai tempat yang strategis, seperti misalnya di Museum Park Rotterdam. Di tempat tersebut, terdapat tempat parkir dan penampungan air bawah tanah yang mampu menampung hingga 10 juta liter air! Wow!

Bagaimana cara kerja water plaza?

Di musim kering, water plaza tidak akan menyimpan air dan menjadi temapt bermain atau arena olahraga. Hujan ringan atau sedang akan mengakibatkan area di sekitar water plaza terisi air. Nah, ketika hujan mulai deras, tekanan pada pompa kecil menjadi terlalu berat untuk memproses air. Saat itulah, water plaza bekerja. Mereka menyimpan debit air dalam jumlah besar di tempat penyimpanan terebut. Ketika hujan selesai dan parit kembali ke level normal, water plaza dapat dikosongkan melalui pipa yang menghubungkannya ke tempat terdalam. Sehingga, air akan berjalan menuju parit sedikit demi sedikit.
Konsep water plaza ini dapat dikatakan merupakan sebuah kombinasi antara penyimpanan air dan peninginkatan kualitas lingkungan umum. Fungsi rekreasi dan fungsi lingkungan yang saling terkait ini tentu mengakibatkan simbiosis mutualisme, tidak hanya kepada manusia. Akan tetapi, juga kepada lingkungan.

Pertanyaannya, kapan Jakarta bisa menerapkan hal ini?

Referensi :
http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-publications/made-in-holland/
http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100procent-climate-proof/projecten/underground-water-storages?portfolio_id=175
http://www.urbanisten.nl/wp/?portfolio=waterplain-benthemplein

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s