{Book Review} Bulan Terbelah di Langit Amerika

22374443

Judul : Bulan Terbelah di Langit Amerika

Penulis : Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2014

Jumlah halaman: 352 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis :

Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah.

Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka. Mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding, dan menyudutkan banyak pihak.

Ini adalah kisah perjalanan spiritual di balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban.

Namun, bulan punya pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia.

“Apa? Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini.

“Jangan emosi. Tak bisakah kau berpikir lebih jauh, Hanum? Bahwa negeri ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya. Bahwa Islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama.
“Akulah buktinya, Hanum.”

Kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam 99 Cahaya di Langit Eropa berlanjut hingga Amerika. Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun, Tuhan menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan rembulan. Lebih daripada sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan menyatukan belahan bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan bahwa tanpa Islam, dunia akan haus kedamaian.

 Hanum Salsabiela Rais atau biasa dipanggil Hanum merupakan salah satu penulis nonfiksi favorit saya. Gaya bahasanya yang luwes dan emosi yang dibawakannya dalam tulisan membuat kita yang membaca seakan turut merasakan pengalaman-pengalaman seru yang dialaminya. Setelah sebelumnya kita dibawa untuk merasakan kebesaran Allah melalui penjelajahan Hanum dan suaminya di Eropa. Sekarang, kita dibawa untuk menjelajah Amerika.

Masih dengan penulisan yang rapi dan detil, diikuti dengan sedikit emosi yang seringkali ditumpahkan Hanum ketika terjadi kesulitan yang menerpanya. Realitas yang dialami ditambah dengan sedikit bumbu cerita fiksi memang menjadikan tulisan Hanum ini menarik untuk dibaca. Rasanya, tulisannya mengalir dengan baik sehingga kita yang membacanya pun kadang turut tersenyum sendiri, kagum, atau bahkan turut menangis.

No more word for this book. Tidak ada kata lain selain great job untuk Hanum dan suaminya yang telah menulis buku ini hingga akhirnya sampai di tangan kami, para pembaca. Rasanya, tulisan-tulisan seperti inilah yang lebih menginspirasi untuk saya dibandingkan dengan tulisan para motivator yang biaya kelasnya saja bisa untuk beli ponsel baru. Ups. No hard feeling, dude.

 

Buku ini dibaca dan direview dalam rangka “Non Fiction Reading Challenge 2015″ dan “Lucky no. 15, Something Borrowed”

nonfiction-reading-challenge-2015

lucky15


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s