{Book Review} The Book Thief

9781862302914-300x400

 

Judul : The Book Thief

Penulis : Markus Zusak

Penerbit : Definitions (English Edition)

Published : 2005

Jumlah halaman: 592 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

It is 1939. Nazi Germany. The country is holding its breath. Death has never been busier, and will become busier still. By her brother’s graveside, Liesel Meminger’s life is changed when she picks up a single object, partially hidden in the snow. It is The Gravedigger’s Handbook, left there by accident, and it is her first act of book thievery. So begins a love affair with books and words, as Liesel, with the help of her foster father, learns to read. Soon she is stealing books from Nazi book-burnings, the mayor’s wife’s library, wherever there are books to be found. But these are dangerous times. When Liesel’s foster family hides a Jew in their basement, Liesel’s world is both opened up, and closed down. The Book Thief is a story about the power of words and the ability of books to feed the soul. In superbly crafted writing that burns with intensity, award-winning author Markus Zusak has given us one of the most enduring stories of our time.

Liesel Meminger, seorang gadis cilik yang akan diberikan kepada orang tua asuh oleh ibunya harus mengalami pengalaman pahit karena adik laki-lakinya meninggal dalam perjalanan menuju Molching, sebuah kota di Jerman. Saat menguburkan adiknya inilah dia menemukan buku yang jatuh dari seorang penggali kubur. Dan dari situ, kisahnya dengan buku-buku pun mulai bergulir.

Buku setebal 592 halaman ini gue baca dalam versi bahasa Inggris. Selain karena versi bahasa Indonesia yang belum ada, gue emang lebih pengin ngedalamin buku ini sebagai topik *uhuk* skripsi *uhuk* gue. Nah loh. Doain gue, yah? :3

Novel berlatar belakang sejarah merupakan salah satu novel favorit gue. Meskipun novel ini tebel, tapi menurut gue nggak bikin pusing kepala. Memang, selalu ada kata-kata bahasa Inggris ‘unik’ yang keluar dari tulisan pengarang aslinya. Akan tetapi, hal ini yang membuat novel ini semakin menarik di mata saya. Sudut pandang penulisan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga, Death God membuat novel ini unik. Selain itu, walaupun si “malaikat kematian” ini udah ngasih spoiler dari awal, kita nggak akan merasa bosan dengan novel ini. 

Pokoknya, this story is beautiful! Incredibly amazing! And also heartbreaking! 

 

Favorite’s quote :

“To live.
Living was living.
The price was guilt, and shame.” — p. 227

 

Buku ini dibaca dan direview dalam rangka “New Author Reading Challenge 2014″ yang diadakan oleh Kak Ren :D

 

 nuauthor-2

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s