{Book Review} Kana di Negeri Kiwi

kana di negeri kiwi

Judul : Kana di Negeri Kiwi

Penulis : Rosemary Kesauly

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 

Published : 2005

Jumlah halaman: 152 halaman

Rating : 1/5

Sinopsis : 

Tak pernah terlintas di benak Kana bahwa dia harus pindah ke Negeri Kiwi. Itu berarti dia harus meninggalkan Yogyakarta, kota asalnya, dan Rudy, cowok yang dicintainya. Tapi apa boleh buat, mau tak mau Kana harus menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya: ayah yang dikenalnya setelah usianya lima belas tahun, teman-teman baru, sekolah baru, kebiasaan baru, dan yang lebih penting pengalaman baru.

Untung ada Jyotika. Gadis imigran India yang cantik jelita ini langsung menjadi teman baik Kana. Namun di tahun keduanya di Negeri Kiwi, Kana mulai merasakan berbagai perubahan. Banyak masalah yang membuatnya pusing. Berat badan yang naik, tugas-tugas yang menumpuk, obsesinya pada Rudy yang tidak pernah berakhir, dan lebih parah lagi Jyotika, yang selalu diandalkan sebagai tempat curhat, tiba-iba menjauh. Jyotika menjadi cepat tersinggung dan selalu menghindar. Apa yang terjadi? Bosankah dia menjadi temannya? Ataukah karena akhir-akhir ini Kana sering jalan bareng Tsunehisa, cowok Jepang kece di sekolahnya, yang juga cowok favorit Joy?

Novel ini bercerita tentang Kana yang harus pindah sekolah ke Selandia Baru dan bertemu dengan hal-hal baru yang belum dia pernah temui sebelumnya. Sayang sekali. Gue salah sepertinya. Salah banget karena gue baca novel ini di saat udah menginjak tahun-tahun terakhir kuliah. Kenapa? Buku ini adalah buku teenlit. Well, meskipun nggak menutup kemungkinan kalau banyak teenlit yang bagus. Tapi, no. Big no for this novel.

Cerita terlalu bertele-tele. Author suka ikut campur ke dalam cerita dengan memberikan tanda kurung dan penjelasan yang tidak penting. Masalah sepele yang terlalu dibesar-besarkan. Duh, perasaan waktu gue SMP/SMA dulu nggak segitunya. Apalagi, ini bercerita tentang anak yang berada di negeri asing. Seharusnya, lebih ditonjolkan bagaimana dia bisa beradaptasi di lingkungan barunya.

Permasalahannya dengan ibunya yang terkesan menggantung dan tidak selesai pun mengganggu pikiran saya. Lalu, rasa tertariknya terhadap Rudy, mantan pacarnya yang bahkan hanya dinarasikan di awal bagian novel terasa kurang menonjol. Bahkan, Kana terkesan sebagai seorang gadis yang tergila-gila tanpa mendapatkan balasan. Cinta bertepuk sebelah tangan.

Ah, not recommended deh buat yang udah tuwir kaya saya. Pusing bacanya. Terlalu banyak keganjilan bagi saya. Yasudahlah. Saya juga udah capek nulisnya.

Anyway, masih ada kalimat favorit dalam novel ini. :3

Bagiku buku adalah air. aku selalu merasakan suatu “kehausan” yang tidak terhingga bila tidak membaca buku satu hari saja

Never trouble about trouble until trouble troubles you 

 

Buku ini dibaca dan direview dalam rangka “New Author Reading Challenge 2014″ yang diadakan oleh Kak Ren :D dan Indonesian Romance Reading Challenge (IRRC) 2014″ di Kubikel Romance.

 

nuauthor-2

irrc2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s