{Book Review} Dirty Little Secret

Dirty Little Secret

Judul : Dirty Little Secret

Penulis : aliaZalea

Penerbit : Gramedia 

Published : 2014

Jumlah halaman: 366 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

MEET THE HERO

Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana… Namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?

MEET THE HEROINE

Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan “skeletons in the closet”. Namun sepertinya rahasia itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi.

Ugh. Sebel. Sebel. Kenapa di awal bulan harus belanja bulanan? Kenapa pula banyak buku bagus bertebaran di saat uang harus di-press untuk banyak kepentingan. Dan buku ini adalah salah satu dari korban ‘hasrat’ membaca saya yang lagi naik-turun. Belum lagi, buku ini merupakan seri terakhir Adri, dkk. Semakin tinggilah keinginan untuk membelinya. Oke. Selesai curhatnya. Kalau kaya gini, kapan bisa mulai review bukunya. Hehe.

Awal liat cover buku ini, jujur nggak begitu tertarik. Dari jauh kaya tumpukan lapis legit yang yummy dan terkesan sebagai buku masak-memasak di mataku yang minus hampir dua ini. Tapi, setelah mendekat, ternyata ada gambar kaos kaki nyempil di lapis legit itu. Well, gue pun makin bingung. Don’t judge a book by its cover. Meskipun cover emang terkadang suka nipu. Tapi, yap! Gue pun mencoba berpikir seperti itu karena :

  1. aliaZalea adalah salah satu novelis Indonesia favorit gue
  2. judulnya cukup ‘mengundang’ buat dibaca. Siapa coba wanita dewasa yang nggak tertarik dengan judul seperti itu?
  3. Quotes yang tertera di bagian depan buku

He wants her. She hates him. Together they have a… dirty little secret

Siapa sih yang nggak mau dapet cowok hottie kayak Ben? Mapan, ganteng, kerja di perusahan super kece di Chicago, Amerika sana. Tapi sayangnya, setelah delapan tahun berlalu hanya ada satu wanita yang selalu ada di pikirannya. Jana, mantan pacar sekaligus cinta terakhirnya. Ben pun kembali ke Indonesia setelah delapan tahun berlalu, berusaha mencari Jana. Orang yang selalu mengisi pikirannya.

Pertemuan awal mereka tidak begitu bagus. Jana memang masih mencintai Ben. Tapi, rasa sakit setelah dicampakkan begitu saja ketika mengandung anak Ben membuat Jana merasa sakit hati. Ben yang merasa bahwa Jana benar-benar soulmate-nya pun mengejar Jana dengan segala cara. Mulai dari telpon, sms, mengirimi bunga hingga memenuhi kantor Jana, sampai datang ke kantor Jana!

Masalah mulai muncul saat Ben akhirnya tahu, bahwa delapan tahun yang lalu Jana tidak benar-benar menggugurkan kandungannya dan Ben ternyata mempunyai anak. Kembar pula. Ben kaget. Tentu saja. Tapi, sepertinya ikatan darah antara ayah dan anak memang tidak bisa diremehkan. Raka dan Erga, anak kembar Ben dengan cepat dekat dengan ayah mereka.

Kalau ditilik dari segi ide cerita, sebenernya ide novel ini termasuk ‘basi’. Kenapa? Gue udah sering banget baca fanfiction yang bertebaran di internet dengan tema dan kisah yang sama persis. Mungkin beda jumlah anak dan alasan cowoknya buat ninggalin ceweknya atau ceweknya yang tiba-tiba ngilang karena hubungannya nggak disetujuin oleh orang tua si cowok yang tajir berat. See? Banyak banget sebenernya kalau mau cari fanfiction jenis begini.

Trus kenapa gue masih baca? Bukannya udah banyak jenis cerita macam gini?

Nah, disinilah gue tertantang(?) buat nyari perbedaan antara cerita-cerita sejenis. Lagipula, cerita jenis seperti inilah yang biasanya menarik pembaca wanita setengah dewasa seperti gue (halah). Dan uyeah~ nggak kecewa dengan isinya. Dari segi cerita, cukup fresh. Joke yang dilontarkan nggak maksa. Kalimat campuran Inggris-Indonesia yang biasa muncul pun udah nggak sebanyak yang biasanya, jadi lebih nyaman untuk dibaca. Mbak Aliazalea pun makin luwes nulisnya. Practice makes perfect lah ya~

Karakter dua tokoh utamanya pun loveable banget meskipun gue sempet benci banget sama si Ben karena nggak mencoba mencari Jana. L Dan juga nggak seseksi Kafka. Hihi. Still, Kafka is number one. :p Yang jelas, buat yang pengin bacaan ringan, novel ini bisa jadi salah satu alternatif. Anyway, ada cukup banyak adegan making out. Jadi, ingatlah umur duhai para remaja. Wkwk.  Kalau yang udah seumur gue sih woles aja. Selain itu, tingkah si kembar yang ngegemesin pun bikin kisah Jana-Ben makin rame. Yum yum yum~

Sempet nemu typo. Dan nggak begitu fatal. It’s ok. Mbak editor juga sudah berusaha keras.😀

–          Berbeda sekali dengan perkiraannya tentang orang-orang kay pada umumnya. (seharusnya kaya) –p.64

–          Jana hanya tersenyum mendengar komentar Mami, tapi memilih tetap menutup mulu. (seharusnya mulut) –p. 277

Favorite quotes :

Cinta membuat kita buta dan rela melakukan hal-hal yang biasanya tidak akan kita lakukan. –p.43

Kata-kata itu cuma angin kalau nggak diikuti sama tindakan. –p. 166

Kita hanya akan jatuh cinta dengan orang yang membuat kita tidak bisa membayangkan hidup tanpa mereka. –p. 222

Buku ini dibaca dan direview dalam rangka “Indonesian Romance Reading Challenge (IRRC) 2014″ di Kubikel Romance

irrc2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s