{Saturday Freshness} Yuk, nonton Sokola Rimba

images (1)

Malam Minggu nggak ada kerjaan. Eh, ada. Peer ding. Cuma udah selesai. Yeyeyeye. Trus bingung karena pengin ngelakuin sesuatu. Akhirnya, terbersit untuk posting tentang film yang lagi diputer di bioskop saat ini. Yahoo~ Beware!

Apa yang terbesit di pikiran kalian ketika mendengar kalimat Sokola Rimba? Sokola? Sekolah-kah? Ya, benar. Sokola merupakan kata dalam bahasa daerah yang jika diinterpretasi ke dalam bahasa Indonesia berarti sekolah. Lalu, ada apa dengan sekolah?

sokola rimbaposter filmnya yang kece abis :-*

Kalau ngelihat posternya sekilas, eh ini Alya Rohali? Tapi pas di zoom dan baca credit artisnya loh loh, ternyata Prisa Nasution loh! o.O

Lalu, apa sih yang membuat saya tertarik untuk menonton film Sokola Rimba ini?

1. Film ini buatan Mira Lesmana dan Riri Riza, salah satu sutradara dan produser favorit saya

2. Nuansa daerah yang kental

3. Indonesia banget!

Ceritanya sendiri? 

sokola rimba2

Setelah hampir tiga tahun bekerja di sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi, BUTET MANURUNG (Prisia Nasution) telah menemukan hidup yang diinginkannya,  mengajarkan  baca tulis dan menghitung kepada anak – anak  masyarakat suku anak dalam, yang dikenal sebagai Orang Rimba, yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan bukit Duabelas.

 Hingga suatu hari Butet terserang demam malaria di tengah hutan, seorang anak tak dikenal datang menyelamatkannya. NYUNGSANG BUNGO (Nyungsang Bungo) nama anak itu,  berasal dari Hilir sungai Makekal, yang jaraknya sekitar 7 jam perjalanan untuk bisa mencapai hulu sungai, tempat Butet mengajar. Diam-diam Bungo telah lama memperhatikan Ibu guru Butet mengajar membaca. Ia membawa segulung kertas perjanjian yang telah di’cap jempol’ oleh kepala adatnya, sebuah surat persetujuan orang desa mengeksploitasi tanah adat mereka. Bungo ingin belajar membaca dengan Butet agar dapat membaca surat perjanjian itu.

 

 Pertemuan dengan Bungo menyadarkan Butet untuk memperluas wilayah kerjanya ke arah hilir sungai Makekal. Namun keinginannya itu tidak mendapatkan restu baik dari tempatnya bekerja, maupun dari kelompok rombong Bungo yang masih percaya bahwa belajar baca tulis bias membawa malapetaka bagi mereka.  

 

Namun melihat keteguhan hati Bungo dan kecerdasannya membuat Butet mencari segala cara agar ia bisa tetap mengajar Bungo, hingga malapetaka yang ditakuti oleh Kelompok Bungo betul-betul terjadi. Butet terpisahkan dari masyarakat Rimba yang dicintainya. Dapatkah ia kembali?

sinopsis : here

How about the movie?

Bener-bener bikin banjir air mata! Apalagi, ketika Bungo sudah mulai bisa membaca dan hendak membaca surat perjanjian yang merugikan kelompok rombongnya. Untung bawa tisu. #halah

Film ini kalau dibilang, seperti versi lain dari Laskar Pelangi. Kritik yang dibangun dengan manis tentang sistem birokrasi di Indonesia dan bagaimana bentuk pendidikan yang ada saat ini. Bagaimana seharusnya masyarakat rimba beradaptasi dengan perubahan yang ada. Dan bagaimana kita harus bersikap terhadap perubahan alam. Intinya, banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik.

Cuma yang rada fail emang akting ibu Bungo dan suku anak dalam yang masih datar. Tapi, akting pemain utama janganlah ditanya. Keren! Apalagi, saat ada duo cecunguk yang pastinya bikin ketawa ketawa.

Dijamin nggak rugi buat nonton film ini. Apalagi bersama keluarga karena genre film ini SU (Semua Umur) bukan PG yah kakak semuanya :-*

Dan anyway, ada bukunya juga. Duh, buru buru ke toko buku terdekat ini mah ceritanya. T_T

Yang jelas, really great movie. Poin dari gue, 4/5 (1 poin karena kurang cowok ganteng. *halah* bercanda kok :p)

 “Pendidikan adalah senjata untuk beradaptasi” – Butet Manurung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s