{Book Review} Love, Curse, & Hocus Pocus

love, curse

Judul : Love, Curse, & Hocus Pocus

Penulis : Karla M. Nashar

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Published : 2013

Jumlah halaman: 416 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing.

Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?

Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam…

Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?

“And  what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?”

“Kurasa… aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu.”

 

Masih inget cerita duo Gadis-Troy? Si kucing dan anjing di manajerial BPI yang sempet bikin heboh karena mereka nikah mendadak di buku Love, Hate, Hocus Pocus? Nah, kali ini si penulis berbaik hati membuat sekuelnya. Wihiiii~~

Troy dan Gadis yang sebelumnya bangun tidur dalam keadaan bak Adam-Hawa dengan memori kabur tentang pernikahan mereka. Dan di saat mereka sudah bisa menerima pernikahan mereka, ternyata itu hanyalah mimpi dan realita yang tumpang tindih. Nah, loh~ Udah kejebak kan di buku satu? Hahaha.

Mereka pun kembali ke kegiatan mereka semula. Bekerja, berantem, rukun sebentar, lalu berantem lagi. Meskipun sekarang, sudah ada sedikit percikan cinta akibat mimpi nggak masuk akal yang terjadi pada diri mereka.

Tapi, semua tidak berhenti sampai disitu. The magic still does something with them. Ketika mereka berdua ditugaskan untuk pergi berdua ke London, mereka pun mengalaminya lagi.

“Salagadoola mechika boola,

Bibbidi-bobbido-boo,

Put ‘em together and what have you got,

Bibbiddi-bobbidi-boo…”

And the magic is come! Di saat mereka sedang panik karena pesawat mereka hampir jatuh akibat turbulensi yang berlebihan, mereka tiba-tiba terlempar ke ruang bersalin dimana Gadis yang sedang berperan sebagai Nyonya Troy sedang melahirkan! Dan sempat-sempatnya mereka berdua berantem. Astaga, this couple is really

Gadis akhirnya berhasil mengeluarkan baby Disdis dan Troy Junior yang ada di perutnya. Semua berlangsung begitu manis hingga akhirnya hal itu terjadi. Kedua bayi mereka meninggal mendadak. Dan, semua hanyalah… mimpi. Troy dan Gadis pingsan saat sedang turbulensi gila-gilaan itu.

Cerita nggak hanya berakhir disitu. Justru, di Inggris-lah semua bermulai. Pertemuan Gadis dengan cinta pertamanya. Pencarian peramal gipsi. Perjalanan Gadis-Troy. Dan tentunya, pencarian nasib dan cinta mereka berdua.

Sekali lagi, saya kayaknya harus berterima kasih sama temen saya, yang udah rekomendasiin novel ini dan ngasih tahu kalo ada sekuelnya. Jujur, dibanding seri pertama saya lebih suka yang kedua ini. Gaya penulis dalam menulis lebih matang. Berantemnya juga udah berkurang. Meskipun kalau udah berantem, saya langsung pengin jadi wasit yang melerai mereka berdua. Hahaha.

Dan, suka sekali dengan penggambaran desa-desa di Inggris yang begitu ngena di kepala. Penceritaan penulis tentang kaum gipsi-pun juga memberikan gambaran singkat tentang gipsi itu sebenarnya. Di novel sebelumnya, saya belajar bahwa benci dan cinta memang tipis. Meskipun, diawali dengan benci. Bisa jadi, akhirnya adalah cinta yang manis. Tapi di novel ini, saya lebih banyak merenungkan tentang  hidup. Bagaimana Troy dan Gadis yang mati-matian berusaha untuk bertemu Lyubitshka, wanita tua gipsi yang menjadi dalang yang menghantui mereka melalui mimpi-mimpi itu. Bagaimana Troy dan Gadis akhirnya bisa mengerti satu sama lain dan untuk pertama kalinya mereka tidak bertengkar sepanjang perjalanan. Saya juga perubahan sikap Troy yang more gentleman  dibanding Troy yang metroseks itu. Yah, seenggaknya Troy nggak terlalu mikirin sunblock lagi lah~

Mungkin, bagi kalian yang menyukai ending bahagia, novel ini sedikit jauh dari harapan. Tapi, bagi saya novel ini memenuhi harapan saya. Ending yang bahagia tidak harus ‘Finally, they live happily ever after’, kan? Recommended banget deh!

Ada sedikit hal yang mengganggu sebenarnya dalam novel ini :

“Gadis mencondongkan tubuhnya ke agar bisa menguping dengan lebih jelas.” – p.67

Mungkin akan lebih baik jika diganti seperti ini :

“Gadis mencondongkan tubuhnya agar bisa menguping dengan lebih jelas.” (menghapus kata ke-)

Selebihnya, tidak ada typo atau hal yang begitu mengganggu.

Selalu ada kalimat favorit dalam setiap novel. Dan di novel ini, saya menemukan banyak kalimat favorit!

“A true gentleman knows how to accept and admit when he is wrong.” – p. 50

“Kalau cinta ingin tumbuh dan berkembang, cinta memerlukan timbale balik dari objek cinta itu sendiri.” – p. 183

“Melabeli itu berarti memberikan batasan pada sesuatu. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu.” – p. 336

 

So, Cring… cring… cring… Beware! 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s