{Book Review} Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC

Rahasia Meede

Judul : Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC

Penulis : E.S. Ito

Penerbit : Hikmah (sekarang Noura Books

Published : 2007

Jumlah halaman: 675 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis : 

Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.

Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan aneh berupa Tujuh Dosa Sosial yang pernah dicetuskan oleh Mahatma Gandhi. Entah apa makna semua itu.

Het Geheim van Meede–Rahasia Meede, misteri emas VOC itu, perlahan terungkap. Dan, untuk mendapatkan jawabannya, seorang laki-laki muda intelijen militer harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara. Tak hanya bersaing dalam hal itu, mereka pun sama-sama berusaha mencuri perhatian seorang gadis Belanda, seorang mahasiswi peneliti Sejarah Ekonomi Kolonial, yang menyimpan lebih banyak misteri dari apa yang ditampakkannya.

Lika-liku pencarian Rahasia Meede melintasi sejarah ratusan tahun Indonesia, melewati pelarian, pengkhianatan, dan persahabatan. Kegelisahan sebuah generasi berusaha menemukan jalan keluarnya sendiri.

Pernahkah kalian membayangkan? Jakarta, kota dengan penuh bangunan tua ini ternyata menyimpan sebuah misteri tentang terowongan rahasia yang dibangun VOC pada masa lampau. Dan ternyata, terowongan itulah yang nantinya akan berujung pada sebuah harta karun VOC, harta karun yang luar biasa banyaknya dan bisa saja membuat kekacauan. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Cerita bermula dari perjanjian KMB, dimana Hatta diminta untuk menolak “permintaan” Belanda untuk melunasi hutang Belanda sebagai salah satu unsur perjanjian KMB. Dan disaat debat mulai mencapai ketidaksepakatan muncullah seseorang yang datang dengan tergesa dan berkata :

“Ontvangen maar die onderhandeling. Indonesië heeft niets te verliezen!” 


Terima itu perundingan. Indonesia tidak akan rugi.

Begitulah kurang lebih arti dari kalimat itu yang akhirnya membuat Indonesia menyetujui perundingan KMB.

Lalu, beralih ke masa sekarang. Masa dimana reformasi telah bergulir. Bung Karno dan Bung Hatta telah bercumbu dengan malaikat di atas sana, masih menatap cemas bangsa ini yang terus terbelunggu oleh masa lalu dan ketidakadilan.

Satu persatu tokoh mulai bermunculan. Seorang wartawan harian Indonesiaraya, Batu Noah Gultom sedang berada di Boven Digoel untuk menyelediki kasus kematian misterius yang tiba-tiba dan mencakup orang penting di Indonesia. Kemudian, di sisi lain ada juga Rafael, Erick, dan Robert, tiga orang peneliti asal Belanda. Cathleen Zwinkel, mahasiswa master yang sedang menyelesaikan tesis tentang sejarah ekonomi kolonial. Rian, pakar ekonom yang membantu tugas Cathleen. Lusi,gadis centil sekretaris Surya Lelono, CEO tempat Cathleen magang. Attar Malaka alias Kalek, seorang anarkis yang diberitakan telah terbunuh tetapi sebenarnya dalam persembunyian. Dan Guru Uban, tokoh yang mungkin tidak terlalu banyak memiliki peran disini, tapi cukup menarik untuk dibahas karena dia adalah seorang guru sejarah, ibu dari segala ilmu. Sejarah yang sering dilupakan oleh bangsa ini.

Bagi manusia Indonesia, masa lalu dan masa sekarang tidak ada kaitannya sama sekali. Bekapan kemiskinan menghasilkan super-ego dan sinisme lingkungan. Waktu adalah uang. Yang lalu biarlah berlalu. Lihat ke depan, globalisasi menanti. Era pasar bebas akan menggilas mereka yang lengah. Manusia Indonesia, tentu dengan banyak keterbatasannya, melihat masa lalu sebagai perintang masa depan. – hal.173

Kisah ini terus bergulir karena muncul korban lain yang juga terbunuh. Serangkaian pembunuhan itu disebut dengan pembunuhan Gandhi, karena setiap korbannya dibunuh dengan pesan salah satu dari Tujuh Dosa Sosial yang digagas oleh Gandhi. Apalagi, tempat terbunuhnya korban semua diawali dengan huruf B. Hal yang mengundang misteri inilah yang kemudian melibatkan semua orang di atas.

Saya sebenernya nggak bisa bilang apa-apa. Saat membaca novel ini lembar demi lembar, saya seolah teringat dengan masa SM saya. Ketika guru sosiologi saya dengan tenangnya masuk ke kelas dan memutar film National Treasure. Sangat inspiratif!

Novel ini dengan apik mampu menggambarkan kisah masa lalu dan alur melompat yang begitu indah. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Penulis pun juga tampak seolah mengenal betul kesemua tokoh sentral Belanda yang muncul pada buku ini. JP Coen, Deandles, Eberveld adalah beberapa nama tokoh yang sudah banyak dibahasa di buku sejarah. Dengan membaca ini, seolah saya merasa ditampar. Diingatkan kembali tentang sepak terjang mereka yang luar biasa hingga bisa menguasai Indonesia. Siapa Meede itu? Mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang keberadaan Meede disini. Meede adalah seorang gadis yang menjadi kunci dari semua masalah ini. Seorang gadis Belanda yang lari dengan membawa rahasia emas VOC. Dan Meede inilah sebenarnya sumber segala masalah dari keseluruhan rangkaian kejadian.

Untuk kalian penggemar misteri, thriller, action, novel ini bisa jadi rekomendasi saya untuk kalian. Apalagi bagi kalian yang menyukai novel bergenre sejarah. It must! Untuk para wanita pemuja cerita romantis, tenang! Novel ini, walaupun berlatar sejarah, ada beberapa bagian yang bisa jadi membuat wanita meleleh. Bagi saya, lelaki seperti Rian, Kalek, ataupun Batu merupakan lelaki ter’seksi’ yang pernah ada. Lelaki yang bisa menggoda wanita dengan pengetahuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh mereka.


2 thoughts on “{Book Review} Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s