{Museum Visit} Textile Museum

Musetextil

 

Penampakan Museum Tekstil dari luar

Pasti dari kemarin pada nanya, kok kayaknya gue kunjungan mulu yak? Haha. Sebenernya, ada beberapa yang udah kunjungan dari kapan tahu tapi baru diposting karena emang baru aktif ngeblog lagi. Tapi, khusus untuk Museum Tekstil yang satu ini, hmm~~ Fresh from the oven lah ya~

Berangkat dari Stasiun Pocin sendirian *karena ngantor duluan*, trus berdiri sampai Manggarai. Dan akhirnya berhasil duduk juga setelah pintu di Manggarai terbuka. Dan berdiri lagi ketika sampai Tanah Abang. Keluar pintu commuter, langsung cengo. Ini mana pintu keluarnya ya? Sumpah. Ini stasiun paling membingungkan. Setelah naik karena ikut arus, trus tanya bapake satpam dimanakah museum tekstil. Eh, dianya kagak tahu. Yaudah, saya pun keluar.

Tengok kiri-kanan, nggak tahu arah. Sudah mau jam 1 pula. Akhirnya, ojek dan duit 10ribu melayang. Inilah akibatnya kalau nggak cek tempat dulu sebelum berangkat. Emang sih, niat awalnya kan mau berangkat bareng temen yang udah tahu jalannya. Tapi, gegara telat jadi ditinggal deh.😦

Museum Tekstil ini terletak di Jalan Aipda. KS. Tubun 2-4  10260. Cukup deket sebenernya dari Stasiun Tanah Abang. Nah, daripada bete. Langsung aja masuk ke laporannya. Hehehe. Happy reading all~

Sejarah Singkat

museum

 

Ini semacam penjelasan tentang Museum Tekstil😀

Gagasan untuk mendirikan Museum Tekstil muncul sejak Tahun 1975 yang dilatarbelakangi sinyalemen bahwa dengan membanjirnya tekstil modern telah banyak menggeser tekstil tradisional nusantara. Pada tanggal 28 Juni 1976 gedung ini diresmikan sebagai Museum tekstil oleh Ibu Tien Soeharto (Ibu Negara pada saat itu) dengan disaksikan oleh Bapak Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta.

Koleksi awal yang dihimpun di Museum Tekstil diperoleh dari sumbangan Wastraprema (sekitar 500 koleksi), selanjutnya makin bertambah melalui pembelian oleh Dinas Museum dan Sejarah/ Dinas Museum dan Pemugaran/Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, serta sumbangan dari masyarakat baik secara individu maupun kelompok.

Apakah Museum Tekstil Itu?

Museum Tekstil Jakarta merupakan sebuah lembaga edukatif kultural yang mengemban misi untuk melestarikan budaya tekstil tradisional Indonesia. Sebagai satu-satunya Museum Tekstil di Jakarta dan pertama di Indonesia yang memiliki tugas khusus tersebut, Museum Tekstil berupaya untuk menjalankan fungsinya melalui berbagai program kegiatan yang digelar bagi publik.

Dalam kegiatan pelestarian baju, celana, dan semua jenis bahan yang berbahan dasar kain, Museum Tekstil melakukan kegiatan pemeliharaan yang terdiri dari kegiatan preservasi dan konservasi. Kegiatan preservasi dan konservasi ini berlangsung di dalam ruang perawatan. Museum Tekstil memiliki 7 orang pegawai negeri, 2 orang konservator, dan 8 orang volunteer yang turut andil dalam kegiatan tersebut.

Ruang Perawatan

Ruang Perawatan

 

Ini ruang perawatan. Nggak semua orang bisa masuk loh~

Pada ruang perawatan ini, ada dua petugas yang bertugas untuk melakukan kegiatan preservasi dan konservasi. Ada dua tahapan dalam pelaksanaan konservasi pada kain. Dalam hal ini petugas Museum Tekstil yang diwakili oleh Bapak Benny membantu menjelaskan tentang proses konservasi kain yang ada di Museum Tekstil tersebut.

Sebelum melakukan proses konservasi, kain didiamkan dulu di ruang transit untuk membiasakan kain dengan suhu ruangan. Setelah itu, proses konservasi sudah bisa dilakukan di dalam ruang perawatan. Ada dua tindakan dalam proses konservasi, yakni :

1.      Preventif

Kegiatan preventif merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kerusakan kain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan ini adalah :

–          Pengaturan suhu dan kelembaban bisa dilakukan dengan cara manual dan digital

Untuk pengukuran dengan alat manual, petugas menggunakan termometer dan higrometer. Sedangkan untuk alat digital, hanya dipasang di suatu ruang yang sudah terintegrasi dengan komputer. Jadi, petugas hanya tinggal memantau. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembaban di ruangan.

–          Pencatatan suhu dan kelembaban tidak dilakukan setiap hari

Pemantauan tidak dilakukan setiap hari. Petugas memiliki catatannya sendiri. Ruang pamer yang terdiri dari kamar-kamar memungkinkan perbedaan suhu dan kelembaban.

–          Cahaya

Cahaya dapat merusak kain dan jika kain sudah rusak, maka kain tidak bisa dibetulkan. Cahaya memiliki pengaruh yang besar terhadap kerusakan kain. Oleh karena itu, dilakukan rolling kain setiap tiga bulan sekali, terutama kain untuk pameran tetap. Sebab, jika tidak dilakukan rolling maka kain lama kelamaan akan pudar dan menimbulkan getas.

–          Debu

Debu merupakan faktor yang sering berpengaruh dalam perihal kerusakan kain, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Pengaturan ventilasi udara dan pembersihan ruangan perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah debu dalam ruangan.

–          Suhu dan Kelembaban

Suhu dan kelembaban tinggi menyebabkan kerusakan pada kain. Suhu normal untuk tempat penyimpanan 20-250C. Namun, jika AC mati, suhu bisa lebih dari itu. Kelembaban juga terkadang lebih dari 60. Jika sudah seperti itu, maka menyebabkan jamur.

–          Kondisi kain

Tahun pembuatan dan perawatan kain, robek dan kondisi fisik lainnya menjadikan perbedaan petugas dalam tindakan konservasi kain.

–          Serangga dan noda

Serangga dan noda merupakan faktor eksternal yang bisa terjadi akibat kecerobohan manusia. Pengaturan tempat dan letak penyimpanan kain harus diatur sedemikian rupa agar terhindar dari serangga yang mengganggu dan noda yang akan ditimbulkan.

2.      Kuratif

Kegiatan kuratif merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan kain. Langkah-langkah untuk melakukan tindakan kuratif adalah :

–          Pembersihan debu dengan vacuum cleaner

vacuum

 

Sedot sedot debu~ \(●~▽~●)

Pembersihan debu dilakukan terutama pada kain yang baru saja dipamerkan di pameran.

–          Ada kerusakan, konservasi dilakukan dg bantuan alkohol dan aquades

Pembersihan biasanya dilakukan secara bertingkat. Jika tidak bisa dengan aquades, maka dilakukan dengan alkohol.

–          Jika robek, lakukan dengan tisik (jahit)

tisik

 

Ngerjain satu lubang yang cukup besar, bisa menghabiskan waktu satu bulan loh~ Dan tebak! Harga benangnya satu gulung 200ribu *pingsan*

Kain yang terlalu sering dipakai atau dipamerkan terkadang menyebabkan robek pada kain. Jika robek yang terdapat pada kain tidak terlalu besar, maka dilakukan tisik untuk menutupi robek yang terdapat pada kain.

–          Robek besar, maka dilakukan dengan back up

kain robek

 

Robekannya terlihat? Itu ada kain yang dijadikan back-up di bagian belakangnya

Kain yang memiliki tingkat kerobekan yang parah akan diberikan lapisan di belakang kain tersebut dengan kain yang lebih tipis. Sisakan satu centimeter untuk batas kain. Lalu, kain dijelujur di bagian pinggir, tengah, dan masing masing sepertiga kain dijelujur agar jika digantung untuk pameran kain lebih kuat.

Setelah proses perbaikan selesai, maka kain dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan sebelum digunakan kembali untuk pameran.

Ruang Penyimpanan

penyimpanan kain

 

Tempat menyimpan kain

 

Ruangan ini merupakan ruangan tempat dimana kain akan disimpan sebelum nantinya akan dipamerkan di pameran kain atau dibersihkan di ruang perawatan. Tapi, sebelum masuk ruang penyimpanan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan :

–          Kain dimasukkan terlebih dahulu ke dalam freezer untuk shock therapy ( -20 s.d. -250C). Waktu penyimpanan dilakukan sampai dengan satu minggu. Kain dikeluarkan kemudian didiamkan. Setelah itu, barulah kain bisa dilakukan pembersihan (untuk kain yang baru saja dipamerkan di pameran)

–          Pembersihan dilakukan dg kuas di atas meja miring. Hal ini dilakukan agar kristal yang muncul dari freezer bisa langsung turun ke tempat pembuangan.

–          Meja dilapisi dengan busa – blacu – plastik – melinex. Hal ini dilakukan agar kain benar-benar terlindungi dari kerusakan yang lebih parah.

kain

 

Kain yang akan diproses. Ribet, ya?

Tips Merawat Kain

Kita juga bisa merawat kain sendiri. Masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya memiliki kerarifan lokal dalam hal merawat kain dengan menggunakan cara tradisional yang dinamakan meratus atau penguapan.

Pada tahap awal, kain dicuci menggunakan lerek/sabun dengan ph netral. Kain dicuci secara perlahan dan dibiarkan hingga lembab. Penjemuran kain tidak dilakukan dengan menjemurnya di sinar matahari langsung. Melainkan, hanya diangin-anginkan saja. Setelah dirasa cukup lembab, kain ditaruh pada suatu wadah yang terdiri dari tungku tempat menaruh  arang dan ratus (bahan tradisional rempah rempah). Sedangkan kain, diletakkan di atasnya lalu ditutup dengan penutup. Ratus disini berguna untuk prinsip insektigation (pengusir serangga).

Kesimpulan dan Saran

Sebagai salah satu museum nasional, Museum Tekstil merupakan salah satu museum yang cukup baik dalam hal perawatan. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh Museum Tekstil dalam rangka pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Museum juga mengadakan kegiatan pencerdasan terhadap siswa melalui kegiatan membatik. Hal ini merupakan salah satu kegiatan positif  yang bisa terus dilakukan secara berkesinambungan, sesuai dengan program kerja yang ada di Museum Tekstil.

Saran untuk Museum Tekstil adalah penambahan formasi konservator. Sangat disayangkan, dengan jumlah koleksi yang hampir mencapai 2500 koleksi, Museum Tekstil hanya memiliki 2 (dua) orang konservator. Hal ini tentu akan menyulitkan para konservator jika terdapat banyak kerusakan parah pada kain. Selain itu, kegiatan promosi yang dilakukan oleh Museum Tekstil juga perlu lebih diperhatikan. Jika kita melihat sekilas pada bagian depan Museum Tekstil, kita pasti tidak akan sadar bahwa bangunan besar di belakangnya adalah museum karena banyak pedagang kaki lima yang menutup bagian depan tersebut sehingga tidak terlihat ada tanda-tanda sebuah museum.

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s