{Movie Review} Baran, 2001 (Iran Movie)

Children of Heaven

Film yang bikin mewek badai. TT_TT

Masih inget sama film “Children of Heaven”? Film yang rajin banget ditayangin di beraneka ragam stasiun tv pada saat hari Idul Adha atau hari besar Islam lainnya ini pasti bakalan bikin kalian mewek seharian. Kisahnya tentang seorang kakak adik yang berjuang untuk memiliki sebuah sepatu karena kesalahan kakaknya yang membuat sepatu sang adik jatuh ke kali kecil dan sang kakak akhirnya berusaha ikut lomba lari dan hanya ingin mendapat juara III untuk mendapatkan SEPATU! Just a simple. But, kindly touching our heart, right?

baran-poster

Directed by Majid Majidi
Produced by Majid Majidi &Fouad Nahas
Written by Majid Majidi
Starring : Hossein Abedini, Zahra Bahrami, Mohammad Amir Naji, Abbas Rahimi, Gholam Ali Bakhshi
Release date(s) January 31, 2001 (Fajr)
Running time 94 minutes

Sinopsis :

Film ini bercerita tentang wanita Afghan bernama Baran yang menjadi imigran gelap di Iran. Baran terpaksa melakukan penyamaran menjadi laki-laki untuk dapat bekerja di konstruksi bangunan, setelah ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan kerja sampai kakinya patah dan tak mampu untuk bekerja lagi.

Lateef yang awalnya kesal pada Baran karena pekerjaan nya yg ringan [menyiapkan minuman makanan dll di konstruksi] dialihkan ke Baran, akhirnya sadar bahwa Baran adalah wanita yg sedang menyamar jadi pria [untuk bekerja di konstruksi] setelah tak sengaja melihat Baran menyisir rambutnya.

Sejak saat itu Lateef mulai penasaran pada Baran, sampai akhirnya jatuh cinta & Lateef akhirnya banyak membantu keluarga Baran yg kesusahan, tanpa diketahui Baran & keluarganya.

Baran atau jika diartikan secara harfiah adalah hujan merupakan salah satu film sineas terkenal asal Iran, Majid Majidi yang sukses dengan film sebelumnya Children of Heaven. Bedanya, dalam film ini dia mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari film-film lainnya. Film ini merupakan film dengan genre romantis pertama yang dibuatnya.

Hampir sama dengan film Iran lainnya, dimana film Iran biasanya bercirikan “neo-realisme” yang salah satu cirinya adalah mengambil aktor dari aktor setempat dimana film itu dibuat. Seperti pada film Baran ini, dimana karakter Lateef dan Rahmat atau Baran merupakan pekerja bangunan sungguhan sehingga kesan yang ditangkap dari mata kamera pun menjadi lebih nyata.

Film ini bisa menjadi tidak terlihat menarik bagi kita yang terbiasa menonton film yang sarat dialog dan mendrama-radiokan isi hati para pemain sehingga alur cerita mudah ditebak oleh kita. Semua penggambaran yang terdapat dalam film ini lebih menggunakan ekspresi yang verbal.

Kita juga seharusnya bisa melihat film ini dari sudut pandang budaya di negara tempat film ini berasal, Iran. Kondisi sosial dan politik Iran sangat mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk film. Termasuk adanya peraturan-peraturan yang ketat di dalam penyiaran publik termasuk film, di antaranya larangan menampilkan hal-hal yang seksualitas, dan hal-hal lain yang kurang mendidik, sehingga para insan film harus berekspresi ekstra dalam membuat film yang berkualitas di bawah ketatnya peraturan-peraturan tersebut. Kita bisa misalkan pada adegan dimana Rahmat atau Baran yang sedang menyisir rambutnya dan Lateef dengan serta merta melihatnya dari balik kaca buram. Jika kita telisik, ini merupakan salah satu langkah cerdas dari Majid Majidi untuk membuat film nya tidak melanggar aturan dan tetap tidak menghilangkan unsur penting dalam filmnya itu sendiri.

Film ini merupakan film bergenre romantis. Tapi, dimana letak romantisnya? Inilah yang mungkin banyak menjadi pertanyaan banyak orang. Bisa kita lihat pada adegan penutup. Dimana Lateef yang membantu Baran mengambil barang-barangnya yang terjatuh. Baran berhenti sebentar dan kemudian menatap Laatef, lalu tersenyum hingga akhirnya dia menutup burqa nya. Adegan ini jika kita artikan secara eksplisit bermaksud bahwa Baran menyadari bahwa Lateef memiliki perasaan kepadanya dan mengetahui penyamarannya selama ini. Puncak adegannya, dimana ketika sepatu Baran tertinggal dan Lateef mengambilnya lalu kemudian dia tersenyum tulus dan turunlah hujan merupakan antiklimaks yang cerdas. Majid membiarkan kita sebagai penonton bertanya-tanya tentang makna dibalik itu semua. Bisa saja makna dibalik adegan itu adalah bahwa Lateef menyadari bahwa cinta mereka tidak mungkin atau sulit bersatu dan dia sudah merelakan Baran untuk pergi. Romantis sekali, bukan?

Film Iran sebetulnya menyuguhkan tentang kewajaran, yaitu realitas kehidupan yang sering kita temui, bukan yang lari dari kewajaran dan dari realitas kehidupan. Tidak ada unsur-unsur eksploitasi dalam film Iran melebihi batas-batas kewajaran. Hal ini dikarenakan pemerintah Iran berusaha untuk membangun tembok kokoh dalam membendung budaya-budaya global yang beredar di dunia barat dan membangun budaya sendiri dengan ciri khas lokal.

Meskipun terdapat banyak peraturan-peraturan (norma) yang diciptakan oleh pemerintah Iran dalam bidang film, namun pada saat yang sama, dinamika pemikiran dan kritik pun tetap dijaga. Banyak film-film yang berisi kritik-kritik terhadap kondisi sosial dan politik Iran muncul belakangan ini. Tetapi tidak serta merta diberangus, tetap dijaga dinamisasinya. Untuk menunjukkan bahwa ketatnya peraturan bukan berarti harus diktator, tetapi berada dalam koridor-koridor semestinya, dan ruang-ruang kritik pun harus tetap dihargai.

Trailer Film Baran :


3 thoughts on “{Movie Review} Baran, 2001 (Iran Movie)

  1. Loveeee this movie… awal2 benci banget sama si cowok
    Film ini meski minim dialog tapi ekspresi mengungkapkan cintanya itu lo two tumbs up
    Gak perlu scene adegan ciuman dll film ini sudah sanggup membuktikan kualitas romantisnya hehe…

    Oiya katya Majid Majiidi yg lebih keren lagi “A Separation” haha, ratingku lebih tinggi dari “Baran”, sudah nontonlaj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s