ANRI : Wadah Simpul Pemersatu Bangsa

Gedung Arsip Nasional tempo dulu

Gedung Arsip Nasional Tempo Doeloe

Nampaknya, saya tidak berlebihan jika mengatakan hal seperti itu. Kenapa? Hal ini dikarenakan kunjungan yang dilakukan oleh jurusan kami, Ilmu Perpustakaan dan Informasi UI ke Arsip Nasional Republik Indonesia atau lebih gampang jika disebut dengan ANRI yang terletak di Jl. Ampera Raya No. 7 Jakarta.

Berangkat dengan menggunakan bikun alias si bis kuning, kami pun berangkat bersama-sama. Untungnya, ada snack yang bisa buat ganjelan perut. Hohoho. Lalu, apa itu Arsip Nasional sebenarnya? Kalo kita suka lihat tayangan di televisi saat menjelang kemerdakaan atau hari besar nasional, pasti suka ada film berwarna hitam putih bin abu abu yang suka ditampilkan. Dan ada tulisan dibawahnya, Arsip Nasional Republik Indonesia. Nah, inilah dia si Arsip Nasional.😀

Pendahuluan

Berdasarkan UU 43/2009, arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal ini menunjukkan bahwa arsip merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial. Namun, seringkali kita mengabaikan arsip sebagai bukti-bukti terjadinya transaksi bisnis. Akibatnya, proses temu balik informasi menjadi lebih sulit karena arsip tersebut tidak dikelola dengan baik.

Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan arsip secara mendalam, maka mahasiswa Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia melakukan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam rangka mengetahui lebih lanjut proses pengelolaan arsip dan segala hal yang berkait dengan kearsipan.

Profil Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Arsip Nasional

ANRI yang beralamat di Jalan Ampera Raya no.7 Jakarta, Secara de facto sudah ada sejak 28 Januari 1892, ketika Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Landarchief. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) merupakan masa yang sepi dalam dunia kearsipan, Lembaga Kearsipan yang pada masa Hindia Belanda bernama Landarchief , berganti dengan istilah Kobunsjokan yang ditempatkan dibawah Bunkyokyoku.

Secara yuridis, keberadaan lembaga kearsipan Indonesia dimulai sejak diproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 agustus 1945, dimana lembaga kearsipan (landarchief) diambil oleh pemerintah RI dan ditempatkan dalam lingkungan Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (PP&K), dan diberi nama Arsip Negeri.

Pada tanggal 26 April 1950 melalui SK Menteri PP dan K nomor 9052/B, nama Arsip Negeri berubah menjadi Arsip Negara RIS. Kemudian Berdasarkan SK menteri PP dan K nomor 69626/a/s nama Arsip Negara berganti menjadi Arsip Nasional.

Pada tahun 1971, merupakan tonggak bersejarah bagi dunia kearsipan, yakni lahirnya payung hukum Undang-Undang Nomor 7/1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. Tiga tahun kemudian, berdasarkan Keputusan Presiden No.26 Tahun 1974 secara tegas menyatakan, bahwa Arsip Nasional diubah menjadi Arsip Nasional Republik Indonesia yang berkedudukan di Ibukota RI dan langsung bertanggungjawab kepada Presiden.

ANRI  memiliki:

  • 70.000 rol film yang merekam perjalanan sejarah bangsa yang setiap 6 bulan sekali dibersihkan oleh cairan khusus.
  • 2.000.000 lembar foto-foto lama
  • Mikrofilm yang dialihmediumkan
  • Dan rekaman wawancara dengan para pelaku sejarah SUPERSEMAR

Seiring perkembangan waktu, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 diperbaharui dengan  Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan untuk lebih menggambarkan pengelolaan arsip di era teknologi yang lebih maju.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) adalah lembaga kearsipan berbentuk Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas negara di bidang kearsipan yang berkedudukan di ibukota negara. Penyelenggaraan kearsipan secara nasional menjadi tanggung jawab ANRI. Penyelenggaraan kearsipan nasional meliputi kebijakan, pembinaan kearsipan, dan pengelolaan. Pengelolaan arsip yang dimaksud adalah pengelolaan arsip dinamis dan arsip statis. ANRI sebagai lembaga kearsipan nasional wajib melaksanakan pengelolaan arsip statis berskala nasional yang diterima dari lembaga negara, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan.  Kepala ANRI saat ini adalah H.M. Asichin.

Jumlah seluruh arsip yang ada di ANRI bila ditaruh dengan cara dijajarkan akan mencapai sepanjang 30 km tanpa jeda. Dokumen tertua yang dimiliki oleh ANRI adalah kontrak dagang VOC dari tahun 1602 yang masih dalam keadaan baik karena faktor kertas dan tinta yang berkualitas bagus. Dalam sehari sebanyak 200 halaman arsip tua direstorasi. Peresmian diorama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 31 Agustus 2009.

STRUKTUR ORGANISASI

struktur-oganisasi-anri

taken in : ANRI website

VISI

“Menjadikan Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”

MISI

1. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan;
2. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi ;
3. Memberdayakan arsip sebagai bukti alat bukti sah;
4. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
5. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa.

KEDUDUKAN

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden.

TUGAS

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

FUNGSI

1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kearsipan;
2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas lembaga;
3. Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kearsipan;
4. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, kehumasan, hukum, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, persandian, dan kearsipan.

KEWENANGAN

1. Penyusunan rencana nasional secara makro di kearsipan;
2. Penetapan dan penyelenggaraan kearsipan nasional untuk mendukung pembangunan secara makro;
3. Penetapan sistem informasi di bidang kearsipan;
4. Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:
– Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kearsipan;
– Penyelamatan dan pelestarian arsip serta pemanfaatan naskah sumber arsip.

 

Tujuan

Tujuan dari diadakannya kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) adalah untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana pengelolaan arsip yang beragam macamnya secara praktik. Selain itu, untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang kini sedang menerima mata kuliah manajemen rekod dan teknologi multimedia.

Hasil Pengamatan

Dari video profil yang pada awal kunjungan sudah diputarkan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ANRI, terdapat empat bagian penting dalam pengelolaan arsip, yaitu :

  1. a.         Restorasi Arsip Konvensional

2012-12-05 09.55.20

 

Kertas sedang dilapisi oleh lem

Unit yang bertugas untuk memperbaiki arsip tekstual, kartografi, kearsitekturan, daun lontar. Restorasi konvensional berada dibawah Direktorat Preservasi dan Sub Restorasi. Restorasi konvensional memperbaiki arsip statis yang sudah tersimpan lama di Depo Arsip.

Tugas pokok unit ini memperbaiki fisik dan informasi yang ada didalam arsip agar terjaga. Ada tiga cara :

–          Enkapsulasi: Khusus untuk arsip yang secara fisik masih bagus (untuk arsip yang dianggap penting)

–          Laminasi: Arsip rata-rata statis, tidak berlubang, atau bolong

–          Leafcasting: Sistem penambalan dengan menggunakan mesin leafcasting, untuk arsip statis, tua, dan berlubang.

 

Mesin Leafcasting ini adalah pemberian dari pemerintah Jepang. Untuk melakukan proses ini dibutuhkan bahan-bahan antara lain : tissue paper (tisu jepang), methyl selulosa (Mc). Cara kerjanya menggunakan bubur kertas (pulp) lalu dikuatkan oleh tisu jepang dan Mc lalu memakai sistem seising.

Arsip harus ditempatkan di tempat yang dingin dan tidak lembap, suhu udara, dan volumenya harus benar-benar diperhatikan, jika semua hal tersebut telah dilakukan ketahanan arsip tersebut bisa sampai ratusan tahun.

Alur kerja :

–          Penerimaan arsip

–          Penomoran (diberi nomor perhalaman menggunakan pensil agar memudahkan penyusunan kembali setelah selesai)

–          Penghilangan debu

–          Menghilangkan kadar keasaman, ada 4 faktor yg menyebabkan keasaman, yaitu : kertas, usia arsip, zat kimia dan tinta.

bookkeeper

Cairan Bookkeeper, bisa buat samphoo-an kali ya kalo samponya abis?😄

Untuk menghilangkan kadar keasaman unit ini menggunakan bahan magnesium carbonat (MgCO3) sebanyak 1 gr lalu dilarutkan dengan aquades (air suling) lalu disemprotkan secara merata dan bolak-balik untuk arsip yang kuat dan informasinya tidak luntur, sedangkan untuk arsip yang informasinya luntur dengan cara, bookkeeper dimasukkan kedalam alat spray lalu diamkan selama 10-15 menit, untuk menguji ada tidaknya kadar asam digunakan kertas lakmus. Kadar keasaman 5,2-5,7 bisa dinormalkan kembali dengan bookkeeper atau magnesium carbonat supaya kadarnya kembali mencapai 6,5-7.

Kegiatan restorasi pada media tulis ini merupakan kegiatan yang penting untuk merawat arsip agar tidak cepat rusak. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selain kegiatan restorasi tersebut diatas, yaitu :

–            Cuaca yang mendukung dan kelembapan udara. Di Indonesia yang memiliki dua musim utama, yakni musim penghujan dan kemarau membuat Indonesia memiliki kelembapan yang tinggi dan menjadikan kertas / bahan tercetak lainnya mudah rusak. Hal ini harus mendapat perhatian lebih karena membutuhkan tempat yang memiliki kelembapan udara  yang baik.

–            Kondisi arsip yang bagus juga memengaruhi lamanya usia arsip. Jadi, apabila arsip dibuat di kertas yang berkualitas tinggi maka usianya akan lebih lama dibandingkan dengan arsip yang berkualitas rendah.

–            Sedikit faktor kimia. Semakin banyak faktor kimia yang berada pada kertas maka akan membuat kertas menjadi kurang tahan lama. Bahan yang alami memengaruhi tingkat daya tahan kertas.

–            Volume dan suhu udara. Volume dalam hal ini yang dimaksudkan adalah volume pada ruang penyimpanan arsip. Semakin banyak arsip yang terdapat pada suatu ruangan, maka semakin tinggi pula tingkat probabilitas kerusakan arsip. Selain itu, suhu udara yang tinggi juga akan menjadikan arsip kurang tahan lama dalam ruang penyimpanan.

  1. b.         Restorasi Arsip Media Baru

Arsip media baru mencakup gambar bergerak, foto, mikrofilm, arsip rekaman suara. Restorasi arsip media baru (arsip film) dilakukan untuk menjaga arsip dari kerusakan akibat jamur atau dari bahan-bahan kimia lain yang mengakibatkan resiko kerusakan pada arsip tersebut.

2012-12-05 10.35.48

Berasa nge-DJ ya kalo liat ginian. Xoxoxo

Aktivitas restorasi arsip film dilakukan dengan menggunakan alat seperti rewinder, spull format 35 dan 16, splashing tape, cairan trichlorotin / isopropil alcohol kadar 70 % , dan kain katun warna putih.

Prosesnya dimulai dengan menuangkan cairan kimia trichlorotin / isopropil alcohol kadar 70 % secukupnya pada kain yang ditempelkan pada pita magnetik film yang akan dibersihkan. Kemudian, untuk memutar rol film yang akan dibersihkan dibutuhkan alat pemutar dinamo. Proses ini dilakukan berulang kali sampai rol film bersih.

Idealnya, proses restorasi pada media baru ini dilakukan sekitar enam bulan sekali. Arsip media baru juga disimpan di ruangan khusus pada suhu 20-230 celcius dan disimpan didalam can.

  1. c.         Depo Arsip Konvensional

Depo arsip konvensional merupakan tempat penyimpanan arsip tekstual. Namun, sayangnya pada saat melakukan kunjungan depo arsip konvensional sedang ditutup untuk umum karena baru saja dilakukan fumigasi untuk menghindari adanya jamur dan rayap yang dapat merusak arsip.

  1. d.         Depo Arsip Media Baru

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mempunyai koleksi 60.000 film, terdiri atas film dokumenter, tayangan berita televisi, dan film cerita. Depo penyimpanan dirancang dengan spesifikasi ruang tahan api dan menggunakan AC selama 24 jam. Koleksi film dan micro film ini disimpan rapi didalam roll opec dan mikrofil cabinet dikasifikasi berdasarkan subjek atau masalah serta menggunakan kode  numerik pada setiap tempat penyimpanan arsip tersebut.

2012-12-05 11.04.29

Bapaknya berasa di Korea ya? Pakai mantel. Tapi, emang dingin banget! 

Film dan micro film mudah sekali rusak karena kelembaban yang tinggi, temperatur udara yang tidak tetap, cendawan, dan tangan-tangan kotor yang berminyak. Oleh karena itu, Arsip Nasional Republik Indonesia memelihara arsip microfilm dengan cara disimpan dalam ruangan yang bersuhu rendah. Temperatur dan kelembaban udara juga dijaga agar tetap stabil. Temperatur yang ideal anatara 18-210 C dan kelembabannya 40%-50% RH. Terdapat alat termohigrometer untuk memantau suhu agar tetap stabil dan kelembapan tetap terjaga.

Cara penyimpanan arsip microfilm yaitu dengan cara digulung, dimasukan dalam kaleng tertutup dan tahan karat serta dibungkus dengan kotak koran dan disimpan pada microfilm cabinet yang terdiri dari beberapa laci dan mempunyai sirkulasi udara yang baik dan terbuat dari logam yang tahan karat.

Koleksi media baru sudah dialihmediakan ke dalam bentuk digital agar Arsip Nasional memiliki copy file dari kaset/video/film tersebut. Koleksi media baru pada Arsip Nasional juga tidak memiliki jadwal retensi arsip karena tidak ada kegiatan pemusnahan.

Khusus untuk koleksi film yang memiliki ruangan terpisah (tidak digabung dengan koleksi kaset dan video) ini, mengalami pengecekan rutin setiap hari untuk menghindari adanya kerusakan. Selain itu, pengunjung yang ingin melihat film koleksi yang dimiliki oleh Arsip Nasional juga dapat melihatnya di ruang baca. Dan sebelum mencapai ke ruang baca untuk diputar, film tersebut harus singgah dulu di ruang transit film dan foto untuk menghindari perubahan suhu yang ekstrim agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.

Selain memiliki empat bagian utama, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) juga memiliki diorama. Dalam diorama ini, pengunjung bisa melihat sejarah bangsa Indonesia secara ringkas. Terdapat seorang pemandu yang menjelaskan tentang bagian dan isi dari diorama yang terdapat di dalam Arsip Nasional.

Ada delapan hall utama yang terdapat dalam diorama, yaitu :

–     Hall A : Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa

Pada hall ini kita disambut dengan sejarah awal pembentukan negara Indonesia, jauh sebelum Indonesia terbentuk. Mulai dari ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan kerajaan Majapahit yang melakukan invasi wilayah hingga ke Thailand. Terdapat pula replika prasasti-prasasti terkenal di kerajaan Hindu-Budha yang pernah ada di Indonesia.

–     Hall B : Masa Kejayaan Nusantara Dan Profil Pahlawan Nasional

Pada hall ini terdapat beberapa foto tokoh pahlawan nasional yang diberi penjelasan mengenai jasa dan perjuangannya dalam mempertahankan negara Indonesia.

–     Hall C : Masa Kebangkitan Nasional

Pada hall ini terdapat beragam foto yang memuat pemuda-pemuda Indonesia yang membentuk organisasi dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang diawali dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1920.

–     Hall D : Masa Proklamasi

Pada hall ini terdapat replika patung Ir. Soekarno dan Moh. Hatta yang berdiri di belakangnya. Terdapat pula rekaman suara Ir. Soekarno pada saat mengucapkan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

–     Hall E : Masa Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan

Pada hall ini, bisa kita ketahui bahwa proses kemerdekaan bangsa Indonesia ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Belanda selaku penjajah Indonesia kembali ke Indonesia dan mulai menginvasi Indonesia kembali yang membuat Indonesia harus mengangkat senjata lagi untuk tetap mempertahankan kedaulatan bangsa.

–     Hall F : Masa Menjaga Keutuhan Negara dan Bangsa

Pada hall ini kita akan terkenang dengan G30S/PKI yang mengakibatkan tewasnya tujuh perwira tinggi TNI AD secara tragis. Ini merupakan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia untuk tetap bisa menjaga keutuhan bangsa.

–     Hall G : Ruang Reformasi

Pada hall ini terdapat beberapa diorama yang menjelaskan kejadian kerusuhan pada Mei 1998 yang mengakibatkan terjadinya reformasi di segala bidang.

–     Hall H : Ruang Teater Renungan Sejarah Perjalanan Bangsa

Pada hall ini terdapat ruang teater dimana kita bisa menyaksikan beberapa film koleksi Arsip Nasional mengenai sejarah bangsa Indonesia.

*Di bagian diorama ini kita dilarang foto. So, nggak ada fotonya deh. :(*

Kesimpulan dan Saran

  1. a.         Kesimpulan

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merupakan lembaga negara yang memiliki kedudukan penting. Dengan mengetahui kegiatan Arsip Nasional tentu kita menjadi lebih memahami akan pentingnya arsip dan kegiatan pengarsipan.

  1. b.         Saran

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa dijadikan masukan terkait dengan pelayanan dan kinerja yang lebih aktif dan produktif, yakni :

–          Penggunaan tisu jepang dan cairan bookkeeper.

Kita ketahui bersama bahwa tisu Jepang yang digunakan pada proses leafcasting merupakan produk impor yang sudah harus jauh-jauh hari diimpor sebelum stok habis. Dan ini, tentu saja membuat negara kita dalam hal ini Arsip Nasional mengalami ketergantungan yang tinggi karena tidak ada alternatif lain. Hal ini perlu menjadi kajian bagi pemerintah untuk mencari alternatif lain, seperti misalnya bekerjasama dengan produsen dalam negeri untuk membuat tisu yang sejenis.

Sama halnya dengan tisu Jepang, cairan bookepeper yang diimpor dari luar negeri seharusnya juga bisa diatasi dengan mencari bahan lain yang bisa menyamai atau setidaknya setingkat dibawah kualitas cairan bookkeper. Dengan melokalkan produk impor ini, diharapkan tentunya dapat menekan biaya produksi dalam hal restorasi arsip. Biaya yang tinggi tentu dapat ditekan dan anggaran untuk pembelian tisu Jepang atau cairan bookkeper dapat dialihkan untuk hal lain, misal perawatan mesin pendingin atau tempat penyimpanan arsip.

–          Promosi ruang diorama

Sudahkah masyarakat awam mengetahui adanya diorama pada Arsip Nasional? Itulah yang menjadi pertanyaan dasar bagi kami ketika pertama kali datang berkunjung ke Arsip Nasional. Banyak yang belum mengetahui adanya diorama di gedung Arsip Nasional.

Promosi yang kurang bisa menjadi salah satu alasan mengapa banyak kalangan umum yang tidak mengetahui adanya ruang diorama pada Arsip Nasional. Padahal, dengan berkunjung ke ruang diorama, kita bisa mengetahui sejarah singkat bangsa Indonesia yang tentu saja akan menambah pengetahuan dan meningkatkan rasa nasionalisme kepada bangsa Indonesia.

–          Mobil sadar arsip

Pada saat pemutaran video profil, terdapat scene yang menjelaskan tentang kepala Arsip Nasional, Bapak M. Asichin yang menyerahkan mobil sadar arsip kepada Gubernur Provinsi Riau. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kami. Untuk apa sebenernya keguanaan mobil sadar arsip tersebut? Apakah mobil tersebut digunakan dengan baik? Atau hanya menjadi simbol saja, seperti mobil sadar arsip yang terlihat menganggur di tempat parkir Arsip Nasional. Hal ini kemudian bisa menjadi perhatian bagi Arsip Nasional dalam mengeluarkan produk yang kemudian akan dikenal luas untuk publik. Proses promosi yang kuat harus menjadi andalan dalam pengenalan produk sebab cakupan wilayah Indonesia yang begitu luas merupakan tantangan yang paling berat dalam hal promosi.

 

nb : Tulisan ini merupakan tugas dalam rangka mata kuliah Manajemen Rekod yang dibuat oleh saya, Reski, dan Awan.😀


11 thoughts on “ANRI : Wadah Simpul Pemersatu Bangsa

  1. kearsipan tidak akan berjalan bila tidak ada tekanan. misal uu yang mewajibkan memilki unit dan tempat penyimpanan setiap unit kerja dalam suatu perusahaan

  2. salam , hye🙂
    boleh tolong terangkan lagi tak tentang kemudahan yang disediakan pihak archive Indonesia dan bagaimana cara penyimpanan dan penjagaan archives di sana?

    1. untuk akses, pengguna dapat langsung datang ke arsip nasional dan mencari arsip yang dibutuhkan. lebih baik lagi jika telepon terlebih dahulu. untuk penyimpanan sendiri, arsip disimpan berdasarkan media dan dijaga suhu ruangannya (AC 24 jam) agar arsip tidak rusak. Untuk lebih jelasnya lagi, sila hubungi Kantor Arsip Nasional.🙂

      1. hem . itulah. saya student daripada Malaysia. nak call pihak arsip nasional indonesia pastilah banyak menggunakan kos. saya da ada email juga pihak sana. tapi tiada respond pula. saya harap anda dapat membantu

      2. mungkin cik boleh terangkan serba sedikit tentang kemudahan yang pihak arsip sediakan. sebagai contoh toilet, cafe, reference room dan sebagainya?

      3. maaf. saya waktu itu ke arsip nasional dalam rangka kunjungan jurusan. jadi, kita lebih banyak eksplor di bagian preservasi dan pengolahan bahan pustaka. coba kalau ingin lebih jelas lagi bisa mention ke twitter arsip nasional @ArsipNasionalRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s