{Book Review} Habibie & Ainun, Another Romeo & Juliet New Version

Habibie Ainun

Judul : Habibie & Ainun

Penulis : BJ Habibie

Penerbit : THC Mandiri

Published : November 30th, 2010

Jumlah halaman: 323 halaman

Rating : 3/5

Mewek? Iya. Tapi, nggak sampai termehek-mehek kaya salah satu tayangan reality show. Cukup menyentuh. Tapi, hanya sebatas itu. Tak lebih. Mungkin, karena pada saat membaca buku ini saya sedang tertarik membaca buku lain. Atau, mungkin karena pada saat membaca buku ini saya sedang dalam keadaan lemah dan langsung membaca bagian yang menjelaskan teori fisika. Langsung deh. Rasanya ingin sekali kepala saya yang kosong ini saya jedodkan ke tembok.

Lalu, dimanakah letak Romeo dan Juliet dari buku ini? Bagi kalian yang dulu sempat merasakan masa pemerintah pak Habibie *ketahuan kalo tuwir*, tentu tahu apa saja yang sudah pernah dilakukan pak Habibie untuk bangsa ini beserta balasan dari bangsa ini sendiri. Sedih? Iya. Tapi, mau bagaimana lagi. Beginilah yang terjadi pada bangsa kita. ‘Habis manis sepah dibuang’. Dengan hadirnya Ainun, istri pak Habibie sebagai pengayom, tentu saja membuat Pak Habibie tidak kehilangan arah. Ainun yang setia dan selalu maklum dengan pekerjaan Pak Habibie membuat saya berpikir. Inilah kriteria istri idaman yang sesungguhnya. Dan akhirnya, hanya maut yang memisahkan mereka berdua. Sweet, right?

Buku ini sebenarnya tidak terlalu buruk untuk dibaca. Malah sangat inspirasional. Bagaimana kisah pak Habibie ketika berada di Jerman. Masih sebagai mahasiswa miskin dengan beraneka ragam riset yang harus dia geluti untuk mendapatkan gelar. Keberuntungan demi keberuntungan akibat otak geniusnya. Pak Habibie mungkin adalah gambaran Lintang dalam novel Laskar Pelangi edisi sukses. Jikalau Lintang tidak bisa mengharumkan nama bangsanya, Pak Habibie bisa. Dan pada nyatanya, Pak Habibie berhasil menyelesaikan program S3-nya dan berhasil meminang Ainun, gula jawa yang sudah berubah menjadi gula pasir itu. :p

Sedikit sayang dengan kinerja editor dalam hal ini. Seperti saya bilang sebelumnya. Buku ini bukanlah buku yang buruk. Tapi, banyak kata yang menurut saya terlalu panjang dan akan memusingkan untuk dibaca orang yang awam terhadap bidang ilmu dan kerja Pak Habibie. Banyak pula penulisan titik dan koma yang tidak dibetulkan sehingga tampak tidak tepat dan memusingkan. Selain itu, harusnya editor bisa mengolah tulisan pak Habibie lebih baik lagi.

Finally, tiga bintang untuk buku ini. Poin minusnya adalah, buku ini terlalu ‘mahal’ untuk buku setebal ini. Belum lagi, kualitas kertasnya. Bonus dari saya >> cuplikan puisi Manunggal buatan Pak Habibie. Not that romantic, but still deep feeling.

 

 

Manunggal

ALLAH, lindungilah kami

Dari segala gangguan, godaan dan kejahatan

Yang datang dari luar dan dalam

Mencemari yang ENGKAU tanam di diri kami, Bibit Cinta

Cinta, Murni, Suci, Sejati, Sempurna, dan Abadi

Sepanjang masa, kami siram tiap saat dengan kasih sayang

Kami bernaung dan berlindung dibawah Bibit Cinta ini

Cinta yang telah menjadikan kami Manunggal

Manunggal Jiwa, Roh, Batin, dan Nurani kami

Sepanjang masa, sampai Akhirat

Terima kasih Allah, ENGKAU telah pisahkan kami

Sementara berada dalam keadaan berbeda

Isteriku Ainun dalam Dimensi Baru dan Alam Baru

Saya dalam Dimensia Alam Dunia

Terima kasih Allah, sebelum kami dipisahkan

ENGKAU telah menjadikan kami manunggal

Saya manunggal dengan Ainun sepanjang masa

Memperbaiki, menyempurnakan dan menyelesaikan

Rumah kami di Alam Dunia sesuai dengan keinginanMU

Ainun manunggal dengan saya sepanjang masa

Membangun “Raga” kami yang Abadi di Alam Baru

Murni, Suci dan Sempurna sesuai dengan keinginanMU

Terima kasih Allah, ENGKAU telah menjadikan bibit

CintaMU ini

Paling Murni, paling Suci, paling Sejati dan paling

Sempurna.

Sifat ini di seluruh Alam Semesta hanya mungkin dimiliki

ENGKAU

Jika sampai waktunya

Tugas kami di Alam Dunia dan di Alam Baru selesai

Tempatkanlah kami Manunggal di sisiMU

Karena Cinta Murni, Suci, Sejati, Sempurna, dan Abadi

Dalam “Raga” yang Abadi, dibangun Ainun Manunggal

dengan saya Sesuai kehendakMU di Alam Baru sepanjang masa

Jiwa, Roh, Batin, “Raga” dan Nurani kami, Abadi sampai Akhirat (p. 322-333)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s