Membangun Perpustakaan Digital di Indonesia. Mungkinkah?

images (9)

Apa itu Perpustakaan Digital?

Perpustakaan digital? Apa itu? Sebuah perpustakaan dengan koleksi digital? Benar. Kita bisa mengartikannya secara harfiah bahwa perpustakaan digital itu memang seperti itu. Tapi, apakah pada kenyataannya seperti itu?

Secara harfiah, kita bisa mengatakan bahwa perpustakaan digital adalah koleksi dari dokumen/objek digital. Namun, Smith (2001) mendefinisikan perpustakaan digital sebagai sebuah koleksi terorganisir dan terfokus dari objek digital, termasuk teks, gambar, video dan audio, dengan metode akses dan temu kembali dan untuk pemilihan, penciptaan, organisasi, pemeliharaan dan berbagi koleksi.

Dalam hal pemeliharaan objek digital tersebut bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan teknologi informasi yang memadai agar memudahkan pengguna untuk akses informasi yang dibutuhkan.

Secara cepat, informasi dibuat dan diberikan dalam format digital (tanpa mengubahnya ke dalam format kertas). Peralihan ini memerlukan perubahan secara cepat dalam alat dan peran perpustakaan (Beard, 1995).

Studi Kasus Dari Sistem Perpustakaan Universitas South Florida (USF)

images (10)

Perpustakaan USF terdiri atas lima perpustakaan pada tiga kampus yang terletak di Tampa, St. Petersburg, dan  Sarasota, Florida. USF telah menerapkan kebijakan  akses 24×7 (dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam seminggu) untuk sumber pelajaran dan bahan belajar.

Komite Perencanaan Perpustakaan Virtual USF (VLPC) pertama diselenggarakan pada tahun 1995. Pada pertemuan itu, panitia didakwa oleh Direktur Perpustakaan kampus Tampa dengan tugas mempersiapkan proposal untuk jaringan perpustakaan maya universitas.

Dengan jumlah koleksi digital yang besar, Perpustakaan Universitas South Florida sudah cukup mampu mengakomodir kebutuhan pengguna perpustakaan dalam hal akses informasi koleksi digital.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. Terutama dalam hal teknologi informasi yang merupakan penunjang utama dalam perpustakaan digital. Akses yang didapat antara pengguna yang berada di kota besar dan desa tentu akan berbeda. Pengguna yang berada di desa akan kesulitan untuk mendapatkan akses informasi. Sedangkan, pengguna yang berada di perkotaan tentu akan lebih mudah dalam hal akses.

perpustakaan-ui

Perpustakaan UI. Konon, termegah se-Asia Tenggara

Perpustakaan akademik merupakan awal dari terbentuknya perpustakaan digital. Perpustakaan Universitas Indonesia dalam hal ini mulai mencoba mengaplikasikan teknologi informasi untuk pembentukan perpustakaan digital pada proyek selanjutnya. Sayangnya, banyak teknologi canggih yang tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan disalahgunakan.

images (8)

Download~ Download~

Untuk meminjam gedung saja, kita masih diributkan dengan masalah surat menyurat. Bagaimana bisa sistem tersebut dapat dijalankan dengan sepenuh hati? Jurnal yang dilanggan dan konon berbayar hingga 5 miliar itu pun terasa sia-sia. Banyak pengguna yang tidak memakai jurnal secara maksimal. Dan kalaupun dipakai, pasti ujung-ujungnya akan berhubungan dengan uang. You must purchase it for reading all of the journal.

images (11)This is the real digital library!

Hal ini tentu berbeda dengan apa yang ditemukan di Perpustakaan Yonsei University. Perpustakaan mereka telah terintegrasi secara menyeluruh dengan perpustakaan universitas yang ada di dua tempat dan lima perpustakaan cabang. Mereka juga menggunakan ExLibris sebagai penyedia layanan dalam hal automasi perpustakaan.

images (12)Masuknya aja harus scan KTM. o.O

 

Pengguna telah sadar tentang penggunaan teknologi informasi. Tidak ada perusakan. Koleksi digital dimanfaatkan dengan baik.Perpustakaan bukan hanya sekedar tempat untuk meminjam, membaca, atau bahkan tidur. Tapi, sebagai tempat hangout, tempat berdiskusi, dan tempat berasimilasinya kebudayaan multikultural yang ada di kawasan kampus. See? Sebenarnya, hal ini bukanlah hal yang sulit apabila ada niat yang kuat. Dana memang penting. Tapi, kalau niat untuk melaksanakannya bahkan tidak ada, percuma, kan?

Lalu, apakah Indonesia mampu untuk mendirikan perpustakaan digital?

Jawabannya belum untuk saat ini. Mengapa? Untuk kasus kecilnya saja, di perpustakaan Universitas Indonesia yang konon merupakan perpustakaan akademik terbesar se-Asia Tenggara pun proyek perpustakaan digital belum berjalan maksimal. Apalagi, jika dilakukan menyeluruh ke seluruh pelosok negeri? Agaknya, hal ini memang masih menjadi mimpi indah bagi para penikmat perpustakaan untuk merasakan layanan akses 24/7. Belum lagi, sarana dan prasarana yang selalu menjadi alasan utama mandegnya proyek-proyek semacam ini. Saya berharap, semoga saja di masa depan Indonesia akan dapat mewujudkan perpustakaan digital yang sesungguhnya.

 Bonus video :

Biar makin ngiler dan nggak berbangga hati karena punya perpustakaan keren. Masih ada yang lebih keren, Boi!

 


6 thoughts on “Membangun Perpustakaan Digital di Indonesia. Mungkinkah?

  1. he eh.. secara korea itu kan tahun 2012 lalu dinobatkan sebagai negara dengan akses tercepat di dunia mencapai 14,2mb/sc kalo ga salah huhuhuh disusul ma jepang trus amrik.

    nah indonesia mentok up to 10mb doang LOL dan itu muahalnya naudzubillah dan berkuota zzzzz

    1. iya. temenku aja nelpon ama temennya pake line sinyal tak putus putus. ==” anyway, di kampus aku yang kuotanya katanya 1gb aja aku masih merasa lama. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s