{Book Review} Lovetherapy

love therapy

Judul : Lovetherapy

Penulis : Irma Rahayu

Penerbit : Noura Books

Published : August, 2012

Jumlah halaman: 242 halaman

Rating : 4/5

Sinopsis:

Ditolak lagi,  ditolak lagi … apes deh gue.

Kenapa gue sih yang dikhianati?

Takut, Teh … kalau saya nikah sekarang ….

 

Itulah sedikit dari keluhan-keluhan yang biasa dihadapi Teh Irma dari klien-kliennya. Si Teteh memang jagonya mengatasi masalah seperti ini. Syaratnya, si klien harus siap digali all out, tidak boleh jaim, dan dilarang bohong.

Dalam buku ini, Irma Rahayu, seorang soul healer berbagi pengalamannya menyelesaikan berbagai kasus percintaan yang dialami kliennya. Segala persoalan jatuh cinta, broken heart, perselingkuhan, pernikahan, sampai perceraian dibabat habis olehnya. Dengan gaya bertutur yang blak-blakan dan apa adanya, dia memberi solusi yang telah terbukti jitu bagi para kliennya.

Komentar :

A loving heart is the true wisdom.–Charless Dickens

Apa yang tertanam di benak Anda ketika membaca judul buku ini? Love therapy? Terapi cinta? Wow! Pasti cewek-cewek normal bakalan suka dengan buku berjudul menye-menye kaya gini. (apadeh?)

Tapi, bagi saya yang unofficially tidak seperti perempuan pada umumnya, agak sulit untuk menerima buku ini untuk kemudian saya baca. Kalau nggak karena tuntutan massa aja, males juga baca buku kaya gini.

Awal baca buku ini, okay. Buku ini ternyata merupakan buku non fiksi. Penuh inspirasi dan banyak komentar dari para penulis juga. Bahkan ada Indra Noveldy, penulis buku bestseller ‘Menikah untuk Bahagia’yang juga turut memberikan testimoni positif terhadap buku ini.

Biasanya, buku yang banyak testimoni dari orang, apalagi penulis bestseller bukanlah buku yang bisa diremehkan. Jadi, niat membaca saya pun tumbuh seiring berjalannya waktu. *halah*

Buku ini ringan. Banyak study case. Kenapa nggak punya cowok? Kenapa diselingkuhin? Cinta atau karir? Homo yang bisa sembuh? Sampai being single is okay.

Akhirnya, saya pun memberi bintang 4. Salut sama penulis yang mau-maunya dicurhatin banyak orang. Haha. Selain itu, ada beberapa hal yang jleb banget buat saya. Eh, nggak ding. Satu hal saja. Tapi, nggak perlu dibeberin dong. Ntar ketahuan rahasia saya. Biar saya memendam ini semua sendiri. *tendang*

Last,

The hunger for love is much more difficult to remove than the hunger for bread–Mother Teresa.

Ya iyalah. Rotinya makan segerobak. Makanya kenyang! *ditendang mbak Irma*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s