{Book Review} Love is…

love is

Judul : Love is…

Penulis : Navika Anggun

Penerbit : Noura Books

Published : March, 2013

Jumlah halaman: 220halaman

Rating : 3/5

Satria menerima secarik kertas yang Yuki berikan. “Ini apa?”
Yuki berusaha mengatur napas agar bisa menjelaskan kepadanya. Namun, suara perempuan, yang memberitahukan bahwa pesawat menuju Seoul akan segera berangkat, kembali terdengar. Setidaknya untuk beberapa menit saja Yuki ingin menjelaskan isi surat itu pada Satria.

Sayangnya itu tidak mungkin, sehingga Yuki hanya meminta Satria untuk membacanya saja. “Kakak harus janji baru baca ini kalau sampai di pesawat nanti! Jangan sekarang!” katanya masih terengah-engah.

Satria pun pergi. Tanpa kata-kata perpisahan yang sebenarnya ingin Yuki sampaikan panjang lebar. Hanya satu benda yang menjembatani perasaannya. Sebuah arti cinta yang tertulis di atas selembar kertas.

 

Kalau dilihat dari judul, kayaknya dari kemarin saya emang lagi normal ya? Buku yang dibaca tema cinta. Padahal, biasanya *uhuk* tema dewasa punya. Nah, loh. Tapi, yaudahlah. Mungkin ini emang jalan Tuhan supaya gue tobat. Haha.  Yuki. Satria. Dua nama yang udah pasaran tapi jarang dipakai di kancah(?) pernovelan remaja Indonesia yang lebih suka memakai nama Damian atau Luna. #jeder


Ceritanya simpel. Remaja banget meskipun gue udah nggak pantes dibilang remaja. Tapi, it’s okay lah ya~ Jiwa tetep remaja meskipun umur sudah kepala dua. 

Nggak banyak komentar untuk novel yang satu ini. Mungkin ada bagian yang mengganggu ketika si Yuki memakai tas hermes. Padahal, dia baru lulus SMA. Hello~~ Gue aja yang udah kuliah kaga punya? T_T *oke, ini iri semata*. Tapi, mbok ya dikasih contoh yang baik gitu loh. Lalu, ada sedikit koreksi. 

“Wah, Satria, nih, memang selalu jadi andalannya para sonsaengnim,”

p. 100

Dalam hal ini sonsaengnim berarti guru. Sedangkan, di percakapan diatasnya disebutkan Satria baru saja bertemu dengan profesor. Yang benar adalah gyosunim, bukan sonsaengnim. Itu sih sepengetahuan saya. CMIW ya kaka. :3

Selebihnya, untuk setting dan penulisan kata udah oke. Desain buku yang simpel dan gambar unyu yang bertebaran dalam buku bikin gemes. Ih, unyu unyu batok deh pokoknya.

Alhasil, rating tiga lah buat predictable ending yang cukup menyesekkan di tengah dinginnya salju Korea Selatan. *halah*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s