{Book Review} Simply Love

simply-love

Judul : Simply Love

Penulis : Ifa Avianty

Penerbit : Noura Books

Published : December, 2012

Jumlah halaman: 216 halaman

Rating : 2/5

Jika bahagia berarti terkekang Haruskah aku bertahan, dalam kepura-puraan? Jika mengejar karier berarti menentangmu Haruskah aku pasrah dan melupakan impian? Sungguh … Aku rindu senyum tulusmu, tatapan lembutmu Saat cinta terasa begitu indah dan sederhana Aku rindu langkah pertama kita saat memasuki gerbang pernikahan Saat kau sematkan cincin itu di jariku When everything was simply … love Hanya cinta yang bisa membuat semua keajaiban jadi nyata Begitu lihat cover depannya, kita langsung disuguhkan dengan kata penuh cinta yang waw! Bikin saya berhenti untuk melihatnya sejenak. Mengagumi warna cover bukunya yang unyu unyu batok ini. #BahasaMacamApaIni Saya pun membalik buku ini ke bagian belakang yang biasanya berisikan sinopsis buku. Tapi, yang saya temukan malah kalimat serupa seperti bagian depannya.

Dan fix! Gue langsung tertarik begitu ada kata pernikahan seperti yang ada di spoiler tentang sinopsis atau mungkin kalimat bernada indah yang ditujukan untuk menarik perhatian pembaca dan kemudian membelinya. Halaman depan pun terbuka. Langsung disuguhi dengan prolog yang menceritakan si pemeran utama wanita, yang ternyata bernama Keke. Dan dia sedang janjian untuk bertemu dengan sahabat lamanya, Lela. Mereka pun akhirnya bertemu dan kemudian, novel berjalan mundur. Oh, alur campuran. Maju dan mundur. Tapi, ini maju dulu. Mundur. Baru maju lagi di akhir. Dan pas masuk bagian flashback awal, cukup kaget waktu ngebaca UI yang dijadikan objek dan yeah… penulis bisa mendeskripsikan dengan benar tentang keadaan UI.

Kelebihan pertama. Dalam cerita, Marijke atau Keke ternyata memiliki darah Belanda. Dan disaat pertemuan pertama, layaknya orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama, dia dan Willem, atau Wim bertemu karena Wim tidak sengaja menumpahkan isi mangkuk berisi es campurnya ke jakun (baca : jaket kuning, jaket almamater UI) Keke. So, typically. The classic one. Cowoknya dateng tanpa diduga dan mereka pun tabrakan. Mood langsung turun begitu baca bagian awal ini. Kenapa oh kenapa harus tabrakan? Okelah. Takdir. Yeah. Lalu, mereka kemudian sahabatan dan jatuh cinta. Dan berakhir dengan menikah begitu? Yap! Tebakan saya pun benar. Okelah. Buku ini masih cukup menarik karena kalimat guyonan yang dilontarkan penulis cukup lucu untuk ditertawakan dan sikap malu-malu kucing kedua tokoh. Sedikit kecewa dengan penyelesaian konflik yang hei! gitu aja? why? why should always love in first position?

Jadi, kalau gue udah cinta sama satu cowok. Gue ga peduli dan berusaha untuk ngasih yang terbaik buat dia? That should not be me! Gue juga ngerasa keganggu dengan lirik lagu yang bertebaran. Okelah. Memang ga banyak. Tapi, ya mbok jangan full lagu? Lalu lalu.. Si Keke, disin diceritakan selalu hamil tiap tahun. WTH! Dia udah minum pil kb dan selalu hamil? disini agak kurang masuk akal bagi saya. For the last, sorry banget. Gue ga bisa ngasih rating bagus buat buku ini. Mungkin buat yang lagi ga ada kerjaan, bisa baca buku ini. Bukunya ga begitu tebal.

Rating : 2/5


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s